aku disini masih berharap agar kau bahagia…
masih berdoa agar kau baik-baik saja…
walau disisi lain mungkin aku mematikan harapan…
untuk meretas hari-hari esok bersamamu…

wahai engkau, cobalah pahami…
aku disini terus berjuang sepanjang hari…
untuk sekedar mengusir bayangmu dari pikiranku…
berharap sekejap saja engkau tak ada disini…
untuk beri kesempatan meringankan sesak di dada…

tapi ternyata percuma…
sekeras apapun aku berusaha…
bayangmu masih tetap nyata…
tetap disini…
tak mau pergi…

cobalah mengerti…

mata ini tak kunjung terpejam juga…
jiwaku berkelana hadirkan bayang dirinya…
memuncak lagi selaksa sesal di dada…
terlintas kembali saat aku berbuat khilaf…

andaikan aku tahu…
andaikan aku paham…
wahai kasih… beritahu padaku…
apa yang mesti kuperbuat untuk menutupi lukamu…
agar senyummu mengembang kembali…
agar ceriamu hadir kembali menyapaku…
agar aku bisa berada disisimu lagi…
seperti dahulu…

wahai kekasih…
andai engkau tahu, sesalkupun menyiksa diriku…
mengoyak hasratku untuk kembali bersama…
meretas hari berdampingan dan bergandeng tangan…
mendendangkan lagu-lagu yg biasa kita nyanyikan…
ah… sungguh aku mau mengulanginya lagi…

maafkan aku wahai kekasih…
biarkan hasratku melambung…
biarkan harapanku menggunung…
untuk bahagia bersamamu…

aku mohon kepadamu…
berikan aku kesempatan sekali lagi…
untuk mendampingi hari-harimu…
menyongsong bahagia bersamamu…
maafkanlah khilaf dan salahku…
kan kuberi segenap rasa dihati…

dimanakah kini cahaya terang…
yang akan membuatku terbang…
penantian ku telah usang…
hanya harap di awang-awang…

hai jalan berliku…
hai tebing curam…
kapan engkau berakhir…
belum cukupkah aku berusaha..?
masih perlukah sakitku bertahan..?
atau engkau memang tak berakhir..?
lantas bilakah dayaku habis..?

anganku sampai di persimpangan…
diam tak kunjung tentukan arah…
hadir dirimu membuatku bimbang…
tak sanggup lagi aku meminta harap…
tiap langkahku terasa salah…
selalu membentur keras hatimu…
angkuhnya dirimu membuatku lunglai…
tak mampu lagi kutundukkan dirimu…

cintamu telah hilang musnah…
kasihmu lenyap ditelan amarah…
indahmu menjadi siksa bagiku…
semua terasa suram dan kelam…
entah buat apa aku masih menunggu…
menanti kepastian yang tak bertepi…

mungkin ini waktu yang tepat bagiku…
untuk meniti jalan dan keinginanku…
menyusun kembali pilar-pilar jiwaku…
memungut lagi keping hati yang hilang…
membangun lagi asa yang retak…
menanam lagi benih-benih harapan…

bahagialah kamu disana…
berjanjilah padaku…

 

-dibuat saat iedul adha 2009 saat kita bertengkar dan engkau meninggalkanku-