terus dan terus kupaksa lagi…
jemari ini terus saja menari…
tak henti mengetik kata-kata…
mengeluarkan semua yang ada…
tak ada lelah yang menghadang…
walau hati tengah bimbang…

mestikah menjadi suatu tuntutan…
aku harus tetap hadir disini…
bagai bulan yang selalu bersinar…
menerangi di setiap malam…
entah apa yang memperbudak…
tak kuasa lagi kuhentikan…

ah biarlah,
jika memang mesti demikian…
walau menjadi tak bermakna…
kehilangan arti yang tersirat…
sekedar menepis hampa yang datang…

ataukah sudah menjadi suatu kesatuan?
diri dan tempat ini berpadu dengan malam…
menyusuri disetiap heningnya yang sunyi…

kedamaian perlahan menjalar…
melingkupi tubuh dan pikiran…
seiring ikhlas yang makin tebal…
dan penerimaan yang makin dalam…

semakin lama aku tersadar…
sia-sia bila tetap memaksa…
atau bahkan menahan rasa…
yang masih bertahan melekat…
mengisi relung hati meracun jiwa…
mungkin yang kubisa hanya pasrah…
membiarkan saja rasa ini tinggal…
entah sampai kapan ia bertahan…
tak lelah membela yang tak terbantah…

yang datang atau kembali,
biarlah aku tak mau peduli…
hanya mencoba untuk tetap sabar…
yang hilang tak akan kusesali…
akan kulepas dengan segenap hati…

nafas seperti tersumbat…
tubuh enggan bagai berat…
pikiran lekat terbayang…
sosok yang telah hilang…
lepas,
menjauh…

semua hanya palsu,
fatamorgana terbentang…
menipu pandang…

tak akan ada damai lingkupi hati…
tak akan ada tenang selimuti pikiran…
jika masih ada amarah…

kesejukan diri akan pergi menjauh…
jiwa yang tentram pun hilang lenyap…
selama masih ada dendam…

selamanya akan terus terbayang…
tak kan habis waktu melupakan…
bila tiada maaf…

setiap insan punya khilaf…
perbuatan kadang bisa salah…
maka berikanlah sebuah maaf…
dan segalanya akan menjadi indah…

harapku untukmu,
engkau disana tak kurang suatu apapun…
walau hujan dan badai menghadang jalan…
meski kemarau panas coba ganggu langkah…
engkau haruslah tetap berjalan…
terus menyusuri arah dan tujuan…
meraih cita menggapai harap…

hai sang dambaan,
jagalah selalu keadaan dirimu …
aku disini bantu panjatkan doa…
untuk kebaikan dan bahagiamu…
engkau pribadi yang tangguh dan kuat…
semoga tak ada lagi muram mengikuti…

kepada Sang Tuntunan Hidup,
berikanlah ia kekuatan dan kesabaran…
jangan Engkau hilangkan ketabahan darinya…
buatlah bahagia selalu memeluk dirinya…
erat tak terpisah bersama setiap saat…
enyahkan segala sedih dari sisinya…
ringankanlah ia untuk melangkah…
dan bantulah ia mencapai impian…

wahai engkau,
sang sasaran rindu yang menghujam…
ingatlah selalu kepada Sang Pemilik Kuasa…
senantiasa mendekatlah kepadaNya…
bawalah segala keluh kesah yang melekat…
mintalah kekuatan agar lelah tak mendera…
memohonlah agar pandangan lebih terang…
kepadaNya Sang Pencipta Segala…

tak cukupkah jejak yang tertinggal…
untuk tuntunanmu tentukan arah…
jalan mana yang terbaik kau pilih…
tapi apa yang membutakanmu kini..?
sehingga semua luput olehmu…
sesuatu yang berharga terbuang…
kau melangkah dengan salah arah…
lagi dan lagi persis seperti dulu…
tak cukupkah semua olehmu…?

masa lalu seperti menari-nari…
menusuk hati membuka kecewa…
luka hati memang mulai mengering…
walau belum sepenuhnya sembuh…

ah mengapa aku mesti peduli…
aku tak akan terjatuh lagi…
walau harus kecewa…

kesabaranku mulai terjawab…
setelah sejenak menanti…
telah teredam amarah…
yang sempat memuncak…
sekelumit tenang mendekat…

akan kupertahankan,
apa yang telah kudapat…
aku tak mau lagi melihat…
pun walau didepan mata…
acuh tertampak pandang…

kan kubiarkan,
lebih baik aku pergi…
sejenak membuang muak…