rasa ini telah mengharu biru…
tapi tak kuasa ungkapkan lagi…
sesuatu telah menghalang…
angkuh dan kukuh berdiri…

hanya bisa mengalami…
tanpa bisa dinikmati…
tiada balas menyambut…
tak juga hilang rasa ini…

mencoba alihkan pikiran…
mencabang arah dan jalan…
sejenak hilangkan bayang…

tapi tujuan itu tetap ada…
memaku jiwa dan pikiran…
tak bisa alihkan hati…
aku hanya bisa termenung…
kehendak ini tak bisa redup…
kan kubiarkan sampai mati…
walau menguras daya…
habiskan waktu…

panas…
hujan…
tak ada bedanya lagi kini…

ada…
hilang…
semuanya tampak sama sekarang…

acuh…
peduli…
tidak lagi terasa lain diterima…

semua sama,
tak lagi beda…
yang tersisa hanya sesal…

terbayang wajahmu yang damai…
mata indahmu yang terpejam…
hembusan nafasmu yang teratur…
bibir merah mungilmu yang tersenyum…
rambut hitammu yang tergerai…
dan tubuhmu yang terbaring nyenyak…

ada yang pergi tak diharap…
ada juga yang datang tak dinanti…
asmara akan selalu ada dalam diri…
bagai rembulan yang selalu hadir…
tiap malam bercahaya menerangi…
dia hanya menunggu waktu…
uluran tangan sang pilihan…
dan berbalas rasa yang sama…

aku pun punya cinta…
walau tak bersambut…
aku akan terus mencoba…
sampai kasih menggayut…

jemari tak letih mengetik aksara…
beratus kata telah kuuntai…
menjadi kalimat ungkapan hati…
berpuluh puisi sudah kutulis…
walau tiada indah tak bermakna…

tapi mengapa masih saja tak cukup…
hati masih saja terus mencari-cari…
mendamba tak kenal kata lelah…
tak pernah bisa berhenti…

bilakah keinginan ini tercapai…
kapankah saat itu akan datang…
tak cukupkah realita yang kudapat…
kenyataan itu telah ada dihadapan…
tapi mata ini tak mampu melihat…
bagai tertutup oleh harap yang kuat…

semua yang ada,
bagai ingin memecah kepala…
seperti mau mengoyak dada…
tak bisa lagi tertahan…

keinginan ini,
membuaku tak berdaya…
hilang akal tiada lagi nalar…
merindukan datang realita…

kedamaian hati,
semakin hilang dan menjauh…
lenyap bersama hari-hari sepi…
hampa terasa makin menyiksa…

semakin terbiar,
terkurung,
terpuruk,
semakin dalam…

dimana upaya,
aku mau keluar…
dan pergi melangkah…

Yang Kuasa,
bantu aku melupakan…
yang tak tergapai…

Advertisements